WEALTH OR WISDOM? CHOOSE ONE!

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

WEALTH OR WISDOM? CHOOSE ONE!

Beberapa waktu terakhir ini saya banyak bengong, banyak waktu luang karena status pengangguran saya saat ini. Dan inilah hasil atau kesimpulan dari lamunan saya. Selamat menikmati! :)

Sesuai judul di atas, jurnal log saya kali ini akan membahas tentang tema “Kekayaan atau Ilmu?” Manakah yang Pembaca pilih? Jika Pembaca memilih ‘kekayaan’, saya mohon maaf karena saat ini saya pun sedang membutuhkannya. Bahkan kemarin sempat terpikir untuk menjual laptop kesayangan demi sekolah TK sang buah hati yang biayanya setara kuliah S1 Perguruan Tinggi Swasta. hiks..

Ya, benar saya membicarakan tentang ‘warisan’.

Warisan atau heritage adalah kekayaan yang diturunkan dari generasi pendahulu kepada generasi berikutnya. Bisa berupa benda materiil maupun abstrak. Bisa berupa kebun sawit 10 hektar maupun limbah nuklir. Bisa juga berupa pondasi masyarakat Madani maupun budaya klenik.

Dan dari sekian banyak pilihan, saya cenderung memilih ‘ilmu’ yang akan saya wariskan kepada generasi setelah saya. Selain ilmu saya ingin juga mencontoh kisah warisan Luqman kepada anaknya. Cerita lebih detailnya insya Allah akan ada dalam tag ‘quran’, dalam waktu dekat ini.

Baiklah, sesuai maupun tidak sesuai dengan kapasitas saya, ijinkan saya memperkenalkan dua tag baru dalam blog Rindu Komen ini sebagai berikut:

  • tag: ’school of science’, dan
  • tag: ’school of business’.

Perbedaan mendasar dari kedua tag di atas jelas, school of science è butuh duit, sedangkan school of business è bikin duit. Yaah, ujung-ujungnya duit deh.. Bukan-bukan, yang ingin saya garis bawahi di sini adalah ilmunya bukan duitnya. (Maaf ya Pak, saya meniru ngelesnya bapak-bapak wakil rakyat di atas sana :) )

School of science akan mencakup:

  • Matematika ……………… (Aaaargh!!!, nggak perlu dijelasin deh ribetnya)
  • Biologi ……………………. Biology
  • Kimia ……………………… Chemistry
  • Fisika …………………….. Physics

Dan school of business akan mencakup:

  • Ekonomi ………………….. Economics
  • Manajemen ………………. Management
  • Applied Engineering

Gila bener, ini kayak kerjaan masukin Bima Sakti ke dalam toples tupperware aja. ck ck ck..

Selanjutnya untuk mempersingkat waktu saya akan mulai dari tag yang paling mudah dulu yaitu Applied Engineering, dan jantung dari sibuknya urusan dunia yaitu Economics (baca: duit), dengan dua topik sekaligus yaitu : Accounting Series dan IT Series. Selamat menikmati. ^_^

Selamat!

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Selamat!!
Anda berhak mengikuti PCPM XXVIII Bank Indonesia.
Selanjutnya Saudara diharapkan mengundurkan diri sebelum tanggal 1 Mey 2008.

Alhamdulillah… ahh, what a reliefing breathe…
Pembaca, seharusnya hari Kamis tanggal 10 April 2008 pengumuman sudah sampai di kota saya, Bandar Lampung. Tetapi sampai dengan akhir Jum’at masih belum diterima. Sementara yang di kota lain seperti Aceh, Padang, Jakarta masing-masing surat pemberitahuannya sudah diterima. Bayangkan!! Aceh!

Betapa deg-degannya saya menunggu hasil wawancara sehingga hari Kamis itu saya nggak makan siang. (what a stupid act!)
Akhirnya pagi ini, Senin tanggal 14 April 2008 saya dipanggil menghadap pimpinan dan diberi kabar bagus.

Thanks to nhieta and friends who brought me the good news, you guys deserve traktiran gw. Have a nice day!

Credit belongs to my lovely wife, my sons, all my family, all my friends, you, and last but not least: my mom. She’s the best!

Thanks to Allah, the prime cause of all. The almighty.

p.s. I’m off to Jakarta and Palembang for 6 months each. And decided to change my cell-phone number. Leave message by mail, please.

grrttt.. grrttt.. grrttt..

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tengah malem gw bangun! grrttt.. grrttt.. grrttt..

ahhh mana handphone, handphone…
grubak grubuk… Turun dari tempat tidur. Masih setengah mejem gw buka lemari. Mana sih handphone sialan gangguin orang tidur aja!!

Kok nggak ada!? Cari-cari lagi…
Udah dua pertiga sadar gw denger-dengerin lagi. Kayaknya suaranya deket nih.

Ahhh.. alamak, ternyata anak gw yang lagi tidur ngedengkur! Mirip handphone silent yang lagi getar di dalem lemari
Gw pegang palanya, gw miringin, trus tidur lagi dah..

p.s. Image courtesy of Apple Inc.

Wish list

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

included but not limitted to:

  1. Tafsir Al-Qur’an oleh Ibnu Katsir
  2. Kumpulan hadits :
  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sunan Abu Daud
  • Sunan at-Turmudzi
  • Sunan an-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah
  • Imam Ahmad bin Hambal
  • Imam Malik
  • Ad-Darimi

Kredit boleh, arisan juga nggak nolak..

Test Wawancara (Hari III)

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Selamat pagi pembaca yang budiman,

Setelah dua bulan penuh off maka hari ini saya coba melanjutkan thread job application di BI. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 22 Februari 2008, saya mendapatkan jadwal untuk wawancara. Sampai saat ini saya telah melewati 6 tahap dan jika berhasil lolos pada tahap ke-7 ini maka saya boleh mulai memilih warna dasi. hmmm, jadi ngebayangin deh..

Test wawancara dilakukan per jabatan yang dilamar dan per lokasi Kantor Koordinator (KK). Kebetulan saya melamar untuk posisi staf umum dengan penempatan di KK Palembang. Sebenarnya dari 5 orang peserta wawancara hanya saya sendiri yang memilih lokasi Palembang. Selebihnya ada yang memilih Jakarta, Medan, dan Semarang. Transfer dan ekspor calon peserta ini dilakukan oleh panitia recruitment karena besarnya selisih supply dan demand per wilayah. Sedangkan selisih pelamar yang eligible per jabatan tidak dapat dipenuhi oleh jabatan lain karena kriteria maupun alat test berbeda tiap jabatan. Adapun kursi yang diperebutkan sebanyak 4 buah. Interview dilakukan oleh dua orang, satu dari tim Sumber Daya Kantor Pusat, dan satu lagi user penggunanya yaitu Pemimpin KK terkait.

Wawancara dimulai pukul 8:00, dengan urutan pertama saya. Pembaca, sebenarnya memberi nama anak dengan awalan huruf “A” ada bagusnya, tapi kadang-kadang dapat menjadi beban mental tersendiri bagi mereka. Dapat pembaca bayangkan, setiap absen dari mulai TeKa, eSDe, eSeMPe, dst pasti di urutan awal. Lihat nilai ujian juga pasti di awal. Lihat pengumuman kelulusan Perguruan tinggi dan bahkan hasil job application pun urutan pertama. Bagusnya ya itu, mentalnya diuji terus.

Durasi wawancara rata-rata 30 menit. Mungkin pembaca mengira pertanyaan yang diajukan akan seputar Moneter, Perbankan, Sistem Pembayaran? Tapi nggak ada satu pun pertanyaan yang seperti itu tuh. Kecuali kalo kita sengaja menguraikannya sendiri. Pertanyaan yang diberikan pertama tentang kelebihan dan kekurangan kita. Jika pembaca punya skenario STAR (Situation/Task, Action, Result) yang hendak disampaikan sebaiknya intronya sudah mulai saat menjawab pertanyaan di atas.

Arah pertanyaan pewawancara adalah sesuai jawaban yang kita berikan sebelumnya. Jadi kalau mau lancar wawancara sebaiknya dibuat skenario yang bagus dengan beberapa alternatif critical path-nya. Kalo nggak ya bener-bener 100% improvisasi deh. Yang terakhir ini saya alami sendiri sewaktu wawancara. Dari skenario yang saya persiapkan mungkin hanya 10% yang berjalan bagus, selebihnya improvisasi. Kemungkinan saya kurang pandai ambil ancang-ancang dan memasukkan poin-poin STAR saat awal wawancara.

Pewawancara pertama banyak menanyakan tentang perkuliahan, seperti Organisasi saat kuliah, jangka waktu penyelesaian kuliah, dan kegiatan sampingan saat kuliah. Kemudian ditanyakan juga tentang kesiapan penempatan, kesiapan lembur, motivasi, dan etika kerja.

Pewawancara kedua banyak menggali seputar pekerjaan kita saat ini. Pembaca tidak perlu khawatir tidak bisa menjawabnya, karena tentu kita lebih tahu tentang pekerjaan kita dibanding pewawancara. Kecuali mereka memiliki pengalaman pekerjaan yang sama dengan kita. Karena setahu saya maksud dari wawancara adalah mengetahui perilaku kerja kita dari pengalaman kerja di waktu lalu. Bisa juga digali dari kegiatan organisasi kita sewaktu perkuliahan dulu. Poin-poin yang digali tergantung dari kebutuhan perusahaan, misalnya tingkat integritas, produktivitas, kualitas, kemampuan teknis, kemampuan interpersonal, problem solving, adaptability, maupun durability. (kyk batre aja yach!) Mungkin pembaca yang dari disiplin ilmu manajemen lebih memahami hal ini daripada saya pribadi, mohon komentar maupun koreksinya.

Ada beberapa hal yang masih terkesan oleh saya sampai saat ini. Saat itu ditanyakan tentang pedoman peraturan yang baru mengenai Manajemen Logistik. Umurnya baru seminggu dan saya sama sekali blank. Nggak tahu sama sekali, bau-baunya pun nggak. Yach, mo bilang apalagi. Bilang aja, “Maaf, saya belum mengetahuinya”. Beres! Kalo bisa ngeles boleh juga, “Oh.. Peraturan yang baru sudah keluar ya? Tapi SOP nya belum ada kan?”

Yach, kita sudah berusaha semaksimal (mungkin). Sekarang tinggal Bismillahi tawakkaltu ‘Alallah . Pengumuman awal April katanya.

Iqro’

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

A’uudzubillaahiminassyaithoonirrojiim,

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

96:1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

96:2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

96:3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

96:4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

96:5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

(QS Al-’Alaq [96]:1-5)

Mohon maaf, karena keterbatasan ilmu maka saya posting terjemah dalam bahasa Indonesia. Mohon dikoreksi apabila terdapat kesalahan. Terima kasih.

Test Psikiatri (Hari II)

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

ANDA INGIN BUNUH DIRI?
gak la yauw! kalo udah mati kan gak bisa gituan?
ANDA MENYUKAI LAWAN SEKS SEJENIS?
ya iya lah! sama-sama manusia.. masak mo sama sapi?
ANDA TAKUT LABA-LABA?
kalo laba-labanya segede truk tronton masak diem aja? kabuuurrr….!!


pheeww.. akhirnya selesai juga 567(lima ratus sekian) soal kayak di atas. cape dee.. trus kadang-kadang pernyataannya ambigu:

Anda tidak terganggu suara-suara gaib yang sering muncul di sekitar Anda.

–>> Nah, kalo jawab setuju berarti kita memang sering denger suara-suara gaib gitu? Hanya saja kita benar tidak terganggu.

–>> Atw kalo jawab tidak setuju berarti kita benar terganggu oleh suara gaib itu?

Pusing dehh.. mabok gw

Tadi soal test psikiatrinya mirip2 MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory), dengan skala penilaian biasanya sebagai berikut:
(taken from http://en.wikipedia.org/wiki/Minnesota_Multiphasic_Personality_Inventory)

MMPI-2 clinical scales

There are ten main clinical scales on the MMPI-2. The names and numbers of the scales are given below. Usually psychologists will refer to the scales by number rather than name due to the obsolete nature of some names, e.g, hysteria, psychasthenia. There are many “sub scales” of these clinical scales that can also be scored, e.g., scale 2 – Depression contains subscales of “subjective [feelings of] depression”, “psychomotor retardation”, “physical malfunctioning”, “mental dullness” and “brooding. In addition to these scales and subscales, researchers have created “content scales”, which assess particular issues, e.g., alcoholism, Type A personality.

Scale 1 — Hypochondriasis
Neurotic concern over bodily functioning and the tendency to express emotional distress through physical symptoms.
Scale 2 — Depression
Cognitive distortions of poor morale, lack of hope in the future, and a general dissatisfaction with one’s own life situation. High scores suggest clinical depression whilst lower scores suggest more general unhappiness with life.
Scale 3 — Hysteria
Hysterical reaction to stressful situations. Often have ‘normal’ or even happy facade and then go to pieces when faced with a ‘trigger’ level of stress. Women score higher. High scores suggest repressed anger and the tendency to express emotional distress through physical symptoms.
Scale 4 — Psychopathic Deviate
Classic measure of psychopathy. Measures social deviation, lack of acceptance of authority, amorality, and anger. Adolescents tend to score higher. Very high scores are correlated with criminal activity, promiscuity, and interpersonally exploitative behavior.
Scale 5 — Masculinity-Femininity
This scale is used to measure how strongly an individual identifies with a traditional masculine or feminine role. It is also related to intelligence, education, and socioeconomic status, as the feminine component includes aesthetic interests. Measures passive vs. assertive interpersonal stance.
Scale 6 — Paranoia
Paranoid symptoms such as ideas of reference, feelings of persecution, grandiose self-concepts, suspiciousness, excessive sensitivity, and rigid opinions and attitudes.
Scale 7 — Psychasthenia
A broad measure of anxiety-related symptoms. Excessive doubts, compulsions,obsessions,and unreasonable fears, it indicates conditions such as Obsessive Compulsive Disorder. It also shows abnormal fears, self-criticism, difficulties in concentration, and guilt feelings.
Scale 8 — Schizophrenia
A broad measure of cognitive disruption and confusion, with high scores potentially indicating psychotic processes. Assesses a wide variety of content areas, including bizarre thought processes and peculiar perceptions, social alienation, poor familial relationships, difficulties in concentration and impulse control, lack of deep interests, disturbing questions of self-worth and self-identity, and sexual difficulties.
Scale 9 — Hypomania
Tests for elevated mood, accelerated speech and motor activity, irritability, flight of ideas, and brief periods of depression.
Scale 10 — Social Introversion
Tests for a person’s tendency to withdraw from social contacts and responsibilities, discomfort with others, and social anxiety.

Often more than one of these clinical scales is elevated. Most common MMPI interpretation relies on extensive research into the meaning of specific sets of elevated scales.

The authors also developed four Validity Scales to detect “deviant test-taking attitudes” and gauge the accuracy of the other scales.

The “Cannot Say” scale
This is the simple frequency of the number of items omitted or marked both true and false. Large numbers of missing items call the scores on all other scales into question.
The L scale
Originally called the “Lie” scale, this was an attempt to assess naive or unsophisticated attempts by people to present themselves in an overly favorable light. These items were rationally derived rather than criterion keyed.
The F scale
This is a deviant, or rare response scale; and may be called the “infrequency” scale. The approach was to look at items which are rarely endorsed by normal people. If less than 10 percent of the normals endorse the item, but you do, your F count goes up.
The K scale
This scale was an attempt to assess more subtle distortions of responses, particularly clinically defensive responses. The K scale was constructed by comparing the responses of a group of people who were known to be clinically deviant but who produced normal MMPI profiles with a group of normal people who produced normal MMPI profiles (no evidence of psychopathology in both). The K scale was subsequently used to alter scores on other MMPI scales. It was reasoned that high K people give scores on other scales which are too low. K is used to adjust the scores on other scales. K-corrected and uncorrected scores are available when the test results are interpreted.

Ngeh gak? kl ada yang bisa terjemahin boleh lah di post di sini..

Dah ah, mo refreshing dulu.. Cabutin rumput di kebun. (kebun tetangga.. )

Test Kesehatan (hari I)

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

hiks.. hiks..
Mau cerita sedikit pengalaman test kesehatan Bank Indonesia kemaren (Senin – red).

Kebetulan tempat test dapet di RS Graha Husada – Bandar Lampung. Test mulai pukul 08:00 WIL (waktu Indonesia Lampung). Ada enam orang yang ikutan waktu itu, cowok dua cewek empat.

  • Test pertama ukur tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Tau rumus BMI (Body Mass Index)? hikz.. itu yang bikin gw sedih. Rumusnya berat badan (kg) dibagi pangkat dua dari tinggi badan (meter). Harus di atas 17 kalo nggak mau dibilang underweight. Kebanyakan orang seneng kalo tubuhnya tinggi. Tapi itu kan kalo berat badannya sesuai. Kalo terlalu enteng implikasi sederhananya ya musti dipotong tinggi badannya.
    Tekanan darah masih oke. Biasanya agak rendah, tapi malem sebelumnya abis makan kambing. << major drawback later
  • Test kedua Foto Thorax. Si mbak yang jaga bilang, “Kok kayaknya pernah ketemu ya?”. Langsung aja gw bilang “Iya mbak, pernah kok. Pokoknya nanti kalo ada masalah difoto ulang yaa..”. Test yang ini udah buka baju, tapi masih pake celana. Moga-moga aja paru-parunya nggak bolong2..
  • Test ketiga Spirometer (atw respirometer ya?). Pake alat ukur bentuknya kotak segede bantal bayi. Dicolokin selang, ujungnya pake pipa (PVC ?) tiga perempat inci. Pertama pipanya dimasupin ke mulut. Bernapas biasa 3-4 kali, tarik napas dalem-dalem, trus keluarin semua-muanya. Sampai bungkuk juga boleh.
    Trus tarik napas dalem-dalem lagi dan dihembuskan seketika. Sampai bengek juga boleh
    Biasanya yang cowok nggak bagus hasilnya. Kalo cewek bagus-bagus paru-parunya. Menurut hipotesa gw hal ini disebabkan daya tarik benda menggantung di dekatnya. Jadi volume paru-parunya agak besar. << citation needed
  • Test keempat Laboratorium. Tau nggak ada tes HIV nya loh. xixixi..
    Biasa lah, diambil darahnya 10 cc tiga botol, urine dan éé (faeses) secukupnya. Jangan banyak-banyak! Apalagi dibungkus kantong asoy. Masalahnya nih, pagi sebelumnya beberapa peserta (termasuk gw) udah beol duluan. Nah pas disuruh beol lagi ya nggak ada yang mau dikeluarin.. paling-paling udara aja.. psstt.. Ampun, mbak.. jangan paksa saya. Nyerah deh, udah nggak bisa lagi.. Trus disuruh tunggu sebentar biar bisa dikeluarin. Teteup aja percobaan kedua maupun ketiga nggak ada hasil. Yaudah deh trus peserta dikasih makan.
    Diambil darahnya lagi buat tes kadar gula dua jam kemudian. Setetes aja di ujung jari, pake pisau kecil. Trus ditempelin ke ujung kalkulator. Langsung kebaca angkanya.
  • Test kelima THT. Saran gw: bersihkan congé dan kerabat-kerabatnya sebelumnya.
    Diliatin lubang telinga kanan kiri, tenggorokan, tapi lubang idung kayaknya kelupaan waktu itu. Dokternya pake alat penambang batu-bara dalam tanah. Trus kita dites budeg apa nggak pake alat sebesar laptop. Dipasang headphone, trus dokternya pencet-pencet tombol. begitu kedengeran suara ‘ngiiing’ kita disuruh angguk. Sebenernya yang canggih kita disuruh mencet kanan/kiri.
  • Test keenam Gigi. Untung dokternya lumayan cakep Pasrah deh, mo diapain juga…
    Biasanya kriteria kegagalan kl ada caries lebih dari 6(enam) atau missing teeth lebih dari 3(tiga) per rahang.
  • Test ketujuh Mata. Kalo mata duitan atau mata keranjang pasti gak lolos deh…
    Gak banyak, asal nggak lebih dari minus 4(empat) masih oke kok. Dilanjutin test buta warna pake primbon. Eh iya, kelopak matanya dibalik-balik juga loh ama dokternya. Trus biji matanya juga agak dipencet-pencet. Teliti amat nih dokter mata..
  • Test kedelapan Jantung. Tapi berhubung kita masih muda jadi nggak pake treadmill. Cukup EKG. Pake kabel yang ditempelin ke sekujur badan termasuk tangan dan kaki. Nah di sini major drawback gara-gara makan kambing malemnya. Ternyata denyut jantung gw dua kali lipat dari orang normal. Kata abang yang jaga (namanya bang ucok), biasanya normal 80, ini kok 160 an.. Sama dia disuruh tarik napas dalem-dalem 10 kali. Trus gw tarik napas dalem-dalem. Sekali… du… “Stop!” kata dia, “udah selesai”. Laah, baru sekali juga? Beneran gak sih bang?
  • Test terakhir pemeriksaan Fisik. Ya, f.i.s.i.k. semuanya, mulai dari penampakan kita, varises, trus (maaf) dubur, sama senjata rahasia.. (untung yang terakhir ini masih tidur).
    Waktu itu dokternya bilang, “Maaf mas seharusnya dokter cowok, tapi berhubung lagi nggak ada terpaksa saya sama perawat cewek satu lagi.” Yah, whatever lah.. Perawatnya sih tadinya nggak mau ikutan liat, tapi dipaksa ama dokter. “Kalo berdua aja kan nggak boleh, makanya kamu ikut masuk sini. Biar bertiga.” gw cuek aja pura-pura gak denger..

Terakhir (lagi) wawancara sebentar buat ngelengkapin formulir isian riwayat kesehatan.

Terakhir (lagi) abis semuanya dah pada pulang gw coba ke toilet. Iseng-iseng aja sapa tau kali ini bisa mempersembahkan “sesuatu” ke mbak-mbak yang jaga lab.
Dan pembaca sekalian, setelah 4(empat) kali percobaan akhirnya saya berhasil! Yess!!
Jijik bangett.. tapi apa daya..

catatan kaki:
1. kantong asoy == Tas kresek (jawa), kantong plastik dalam berbagai ukuran (1kg, 2kg, dst) Biasa buat bungkus sayur, makanan, sampai sampah.
2. congé == bikin kita nggak nyambung sama lawan bicara. “Ce ce ce – Charlie”. “Hah? Charlie? kok suaranya kayak perempuan ya?”

Harapanku (doain ya)

•Mei 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kalo ngomongin keinginan, harapan, dan cita-cita sebenernya banyaaakk sekali, tapi untuk waktu dekat ini cukuplah seandainya lulus tes kerja di BI.
Katanya gajinya gede, kerjaannya bergengsi, nyetak uang sendiri, kemana-mana pake dasi .. mm mbayanginnya aja udah senyum-senyum sendiri.. kekekek..

Senin depan -3 Desember 2007- gw mau nyobain test kesehatan. Dilanjutin tes kejiwaan hari kamisnya. Yang paling gw takutin? bukan masalah kejiwaan, sekali lagi bukan, tapi masalah kesehatan. Bayangin aja kalo tiap ketemu temen lama pasti dibilangin “Eh, lo kok tambah kurus aja sih? Dikasih makan nggak sih?” diiiih, emangnya gw kurus banget tah? Ada juga yang bilang ,”Li kalo naek motor ati-ati dikejer anjing ya..” emangnya gw tulang??

Malem kemaren gw sempet-sempetin ke dokter gigi. Suatu aktivitas yang tidakkk pernah saya lakukan dalam 15(lima belas) tahun terakhir. Masih berbekas di hati saya waktu kelas 1 SD dicabut gigi ke puskesmas pake Tang (=Catut). Kasian kan.. Kadang-kadang sempat kepikiran kalo dokter gigi itu orangnya berdarah dingin.. brrrr!

Tapi semalem pikiran gw berubah 180 derajat. Ternyata cabut gigi jaman sekarang udah manusiawi, nggak pake peralatan tukang kayu. Sakit sih iya, bela-belain lah demi ketrima kerja.

Abis itu tes kejiwaan. disuruh bawa spidol warna ijo kl nggak biru. Kepikir juga ga sih kl orang sakit jiwa mana bisa disuruh bawa spidol trus ikut tes jam 7 pagi di Rumah Sakit… (aneh juga ya..)

Yaudahlah, gw coba sebaik mungkin. Semoga Allah masih memberi kesempatan kepadaku. Amin. (amin ya pembaca, amin pokoke, ntar minta traktiran aja kl gw ketrima :) ) tapi nggak janji looh
Kalo ketrima mungkin masih bisa nglanjutin postingan. Kl nggak yaa doain aja masih ada ide buat nulis (biar gak frustasi)

Ada bocoran dari temen, katanya torpedanya juga diperiksa.. (iiih!!)

Selamat Datang!

•November 29, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

monggo..!

Assalamualaikum wr. wb.

Selamat datang di Blog pertama saya. Terus terang baru pertama kali ini saya mencoba menulis. Bahkan masa sekolah SD dulu pun nggak punya diary. Tapi baiklah, tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru.. semoga bermanfaat dan tidak menjadi kesia-siaan.

Sedikit tentang diri saya,
Nama : Ali Irfan
Umur : 28 tahun
Suku : Jawa
Domisili : Bandar Lampung – Indonesia
Status : Kawin, dengan dua anak (sampai saat ini)
Hobi : bercocok tanam (baru-baru ini)
baiklah, sekian perkenalannya. jika ada pertanyaan lebih lanjut dapat dilanjutkan kemudian.

Sekilas saya lihat di atas ternyata tidak ada fasilitas smiley, jadi agak susah untuk penulisan yang nggak formil.

Sebelumnya saya minta saran dari para senior blogger. Katanya kalo nggak ada ide buat ditulis ya udah nggambleh aja dulu. Lama-lama jadi terbiasa. (maksud saya terbiasa menulis, bukan menggambleh)

Wassalamualaikum wr. wb.

catatan kaki
nggambleh : (jawa) bicara yang nggak ada isinya. cuman ngalor ngidul.
ngalor-ngidul : (jawa) keutara-selatan bolak balik

betapa susahnya untuk memulai menulis. coba bandingkan tanggal saya create account (6 Okt 2007) dengan tanggal sekarang. (29 Nop 2007)